RSS

Rabu, 14 Desember 2011

"Rahasia"

Kadang kala tiada lagi ragu itu, terlupakan
Wahai yang mengintai sanubari nun jauh disana
Jangan pernah mengusir cinta ini dari tempatnya
Jika dalamnya lautan bisa ku jangkau, kan kutanam cinta ini disana
Biar engkau tidak bisa menggapainya
Jika salju itupun disini ada, ku biarkan kau beku bersamanya.

Yang Maha Sempurna
Kepada-Mu kutitipkan semua rasa yang menggoda
Pandangan ini, hati ini selalu beralih kepadanya
Wahai purnama dan Sang Pencipta
Tutuplah cinta itu dengan malam-Mu yang pekat dan gulita
Biar dia hilang, dan tidak ada yang mengintainya.



Yuko * 15 Des 2011




Pemimpin

"Siang bu".
"Boleh saya masuk?"
"Ya silakan"
"Maaf bu" saya menggangu waktu ibu"
"Bu saya mau mengundurkan diri dari perusahaan tempat saya bekerja"
"Lho, kenapa kamu mengambil keputusan tersebut, apakah sudah berpikir lagi dengan keputusan mu itu"
"Sudah bu,sebab saya merasa tidak bisa lagi bisa berkerjasama dengan pimpinan sakarang.
" Ada masalah apa? Membuat kamu tidak bisa bekerjasama dengan pimpinanmu. Dia baik, dia hebat dia sudah berpengalam dalam memimpin perusahaan",balasku tak percaya
"Sebetulnya bu saya masih berharap bisa bekerja disana bu", saya sudah 7 tahun mengabdi di perusahaan itu. Tapi kali ini keputusan yang saya ambil sudah saya pikirkan dengan matang, walau saya tidak tahu dimana dan kemana saya harus bekerja".
"Kau yakin? sulit lho mencari pekerjaan sekarang".
"Tapi nggak masalah bu, insyaAllah tuhan akan memberijalan yang terbaik buat saya".
"Apa yang membuat mu begitu cepat mengambil keputusan ini?"
" Saya cuma manusia biasa dan saya orang kecil, disana saya cuma bawahan. Setiap ada kesalahan walau saya cuma lupa menaruh laporan di meja beliau. Saya selalu dihina dan dimaki oleh beliau".
"Kalau saya tidak salah  pimpinan yang lama juga suka marah-marah, dan memaki-maki bawahannya. Dan kenapa kamu tidak merasa terhina, cegatku
"Maaf bu, tapi ini sudah menyangkut harkat, martabat  apalagi khaidah saya bu.
"Maksudmu ?"
"Kadang kalau  lagi rapat dan waktu sholat masuk jika ada di antara kami  mau izin sholat dia malah marah, alasanya dia lagi mengasih pengarahan karena dia pimpinan yang harus diharmati. Malah dia bilang dia akan menanggung dosanya. Dia selalu menghina kami dengan kata-kata kotor dan tidak pantas"
"Oh begitu, Astagfirullahalazim. Ya Allah, kenapa jabatan, harta membuat manusia buta, serakah dan sombongan, bisik hatiku pedih
Perasaan saya mengangkasa entah kemana, Apa iya menjadi sebegini tak bisa didiskusilan lagi?"
"Keputusan ini saya lakukan karena saya yakin Allah pasti bemberikan sesuatu yang terbaik untuk saya dan keluarga saya. Dia berlalu dengan sejuta harapan.
Itulah sekelumit perbincangan saya dengan mantan karyawan  sudah sepuluh tahun tidak bertemu. 
Kadang kala kita lupa akan hak orang lain bahkan kita mengabaikannya. Walaupun dia hanya seorang manusia yang berstatus office boy. Yang setiap hari datang paling pagi dan pulang paling telat.
Ya Allah, bukankah di hadapan-Mu kita ini semua sama. Walau dia hanya seorang office boy tapi dia punya hak untuk dihargai. Tapi kenapa banyak pimpinan-pimpinan sekarang kurang memberi peluang kepada mereka barang sedikit saja mengambil haknya. Apakah menjadi seorang pimpinan itu harus selalu di agungkan dan harus memaksakan kehendaknya pada bawahannya. Bukankah masing-masing kita adalah pemimpin, baik itu didalam rumah tangga sendiri mau pun ditempat kita bekerjaan, tapi apakah kita lupa semua itu nanti akan di minta pertangungjawabanya oleh yang Maha Kuasa"

Tanpa hamba sadari telah menyakiti dan menzalimi orang lain. Kadang kala hamba sombong dengan amanah yang ada, hamba bangga dengan jabatan yang ada, hamba meremahkan bawahan hamba. Hamba lupa siapa diri hamba hanya.

Ya Rabb kami, jaganlah Engkau jadikan perbuatan kami menjadi bara api yang akan membakar kami.
Wahai Sang Maha Pengampun, Kikislah di hati ini Rasa Sombong yang berkarat seperi besi.
Jikalah kaki ini berajun tak terarah, hanya kepada Engkau Hamba beserah.
Wahai Sang pencipta tempat hamba mengadu kerinduan.
Jadikanlah kami pemimpin yang bijaksana
Sesungguhnya siksaan teramat berat dan pedih.
         
  *Yuko*                  ⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊

7 des 2011
"Maafkan bunda ya nak"

"Hari ini kamu nggak mau bangun, mandi dan sekolah. Kamu bilang, "Adek capek,  sekolah itu membosankan dan lama.Terus bunda harus bagaimana?
"Iya bunda, adek mau tidur lagi"
"Ayolah nak, bangun"
Kamu  asik dengan guling kesayanganmu. Kau peluk dia tapi kenapa dalam hati ini iri pada guling yang sudah lusuh itu.
"Dek, cepat! bunda ada janji sama teman bunda", Dengan nada kesal sambil ku tarik guling  dipelukan si bungsuku itu.
"Adek nggak sayang lagi sama bunda!" jawabnya sambil memalingkan mukanya kearah dinding disamping tempat tidur. Dinding yang penuh dengan coretan-coretan hasil karyanya.
Aku sengaja tak menghapus "karyanya" itu
"Bagimu pada saat ini itu hasil karya mu yang terhebat. Suatu saat nanti kamu akan malu dengan karyamu itu. Bahkan kamu berpikir kok jelek seharusnya tidak seperti itu. Mungkin nanti kamu menyuruh supaya diganti dengan cat yang baru sesuai dengan selera bundamu. Dan entah kapan itu. Sekarang kamu masih lima tahun anakku.Bisik lirih.
Kalau aku pulang kantor, kamu dengan bangga selalu bilang.
" Bunda, adek sekarang sudah pintar, sambil menunjuk ke arah dinding melihatkan hasil karyanya.Walau cuma gambar jari-jemari yang kadang kala jumlahnyapun kamu buat tiga. Mungkin kamu lupa bahwa jari itu satu tangan ada lima.Ah anakku
"Sayang, ayolah mandi, dan sarapan udah bunda siapkan!"
"Adek nggak mau karena bunda nggak sayang adek lagi!"
"Siapa bilang?"
"Bunda sayang sama adek kok, kemaren minta mainan bunda beliin, minta roti rasa pandan buat sarapan bunda beliin, siapa bilang bunda nggak sayang adek"
"Bunda...sini adek bisikin, sembil membalikan badanya dan mendekatiku,"Bunda adek mau bunda yang mandiin, adek mau dipeluk sama bunda sebelum mandi".
Dalam pelukanku dia juga berbisikan "bunda adek sayang bunda".
"Bunda sekarang suka sakit, pulangnya juga malam. Bunda nggak mandiin adek lagi, nggak memeluk adek lagi sebelum mandi.
"Bun air itu dingin, tapi kalo udah dipeluk sama bunda airnya jadi hangat", Katanya sembil memelukku.
Subhanallah, ya Allah betapa angkuhnya hamba-Mu ini.
Ya Rabb, ampunilah hamba-Mu ini yang lupa pada amanah-Mu.
Tanpa terasa air mata ini terasa hangat mengalir pipi. Tapi kuhapus dengan air yang mengalir dari tubuhmu yang mungil itu.

Terima kasih anakku M. Fayadh yang telah mengingatkan bunda, peluk sayang  untukmu. Mulai hari ini bunda tidak akan lupa memelukmu sebelum mandi.


Maaf anakku,
Jika air mata ini tersembunyi..
Tapi dia ada didalam dada bunda.
Andai hati bunda ini salju dia luluh karna permohonan mu.

*By Yuko* Des 9 2011

                ⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊
Powered by Telkomsel BlackBerry®