"Siang bu".
"Boleh saya masuk?"
"Ya silakan"
"Maaf bu" saya menggangu waktu ibu"
"Bu saya mau mengundurkan diri dari perusahaan tempat saya bekerja"
"Lho, kenapa kamu mengambil keputusan tersebut, apakah sudah berpikir lagi dengan keputusan mu itu"
"Sudah bu,sebab saya merasa tidak bisa lagi bisa berkerjasama dengan pimpinan sakarang.
" Ada masalah apa? Membuat kamu tidak bisa bekerjasama dengan pimpinanmu. Dia baik, dia hebat dia sudah berpengalam dalam memimpin perusahaan",balasku tak percaya
"Sebetulnya bu saya masih berharap bisa bekerja disana bu", saya sudah 7 tahun mengabdi di perusahaan itu. Tapi kali ini keputusan yang saya ambil sudah saya pikirkan dengan matang, walau saya tidak tahu dimana dan kemana saya harus bekerja".
"Kau yakin? sulit lho mencari pekerjaan sekarang".
"Tapi nggak masalah bu, insyaAllah tuhan akan memberijalan yang terbaik buat saya".
"Apa yang membuat mu begitu cepat mengambil keputusan ini?"
" Saya cuma manusia biasa dan saya orang kecil, disana saya cuma bawahan. Setiap ada kesalahan walau saya cuma lupa menaruh laporan di meja beliau. Saya selalu dihina dan dimaki oleh beliau".
"Kalau saya tidak salah pimpinan yang lama juga suka marah-marah, dan memaki-maki bawahannya. Dan kenapa kamu tidak merasa terhina, cegatku
"Maaf bu, tapi ini sudah menyangkut harkat, martabat apalagi khaidah saya bu.
"Maksudmu ?"
"Kadang kalau lagi rapat dan waktu sholat masuk jika ada di antara kami mau izin sholat dia malah marah, alasanya dia lagi mengasih pengarahan karena dia pimpinan yang harus diharmati. Malah dia bilang dia akan menanggung dosanya. Dia selalu menghina kami dengan kata-kata kotor dan tidak pantas"
"Oh begitu, Astagfirullahalazim. Ya Allah, kenapa jabatan, harta membuat manusia buta, serakah dan sombongan, bisik hatiku pedih
Perasaan saya mengangkasa entah kemana, Apa iya menjadi sebegini tak bisa didiskusilan lagi?"
"Keputusan ini saya lakukan karena saya yakin Allah pasti bemberikan sesuatu yang terbaik untuk saya dan keluarga saya. Dia berlalu dengan sejuta harapan.
Itulah sekelumit perbincangan saya dengan mantan karyawan sudah sepuluh tahun tidak bertemu.
Kadang kala kita lupa akan hak orang lain bahkan kita mengabaikannya. Walaupun dia hanya seorang manusia yang berstatus office boy. Yang setiap hari datang paling pagi dan pulang paling telat.
Ya Allah, bukankah di hadapan-Mu kita ini semua sama. Walau dia hanya seorang office boy tapi dia punya hak untuk dihargai. Tapi kenapa banyak pimpinan-pimpinan sekarang kurang memberi peluang kepada mereka barang sedikit saja mengambil haknya. Apakah menjadi seorang pimpinan itu harus selalu di agungkan dan harus memaksakan kehendaknya pada bawahannya. Bukankah masing-masing kita adalah pemimpin, baik itu didalam rumah tangga sendiri mau pun ditempat kita bekerjaan, tapi apakah kita lupa semua itu nanti akan di minta pertangungjawabanya oleh yang Maha Kuasa"
Tanpa hamba sadari telah menyakiti dan menzalimi orang lain. Kadang kala hamba sombong dengan amanah yang ada, hamba bangga dengan jabatan yang ada, hamba meremahkan bawahan hamba. Hamba lupa siapa diri hamba hanya.
Ya Rabb kami, jaganlah Engkau jadikan perbuatan kami menjadi bara api yang akan membakar kami.
Wahai Sang Maha Pengampun, Kikislah di hati ini Rasa Sombong yang berkarat seperi besi.
Jikalah kaki ini berajun tak terarah, hanya kepada Engkau Hamba beserah.
Wahai Sang pencipta tempat hamba mengadu kerinduan.
Jadikanlah kami pemimpin yang bijaksana
Sesungguhnya siksaan teramat berat dan pedih.
*Yuko* ⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊
7 des 2011