"Maafkan bunda ya nak"
"Hari ini kamu nggak mau bangun, mandi dan sekolah. Kamu bilang, "Adek capek, sekolah itu membosankan dan lama.Terus bunda harus bagaimana?
"Iya bunda, adek mau tidur lagi"
"Ayolah nak, bangun"
Kamu asik dengan guling kesayanganmu. Kau peluk dia tapi kenapa dalam hati ini iri pada guling yang sudah lusuh itu.
"Dek, cepat! bunda ada janji sama teman bunda", Dengan nada kesal sambil ku tarik guling dipelukan si bungsuku itu.
"Adek nggak sayang lagi sama bunda!" jawabnya sambil memalingkan mukanya kearah dinding disamping tempat tidur. Dinding yang penuh dengan coretan-coretan hasil karyanya.
Aku sengaja tak menghapus "karyanya" itu
"Bagimu pada saat ini itu hasil karya mu yang terhebat. Suatu saat nanti kamu akan malu dengan karyamu itu. Bahkan kamu berpikir kok jelek seharusnya tidak seperti itu. Mungkin nanti kamu menyuruh supaya diganti dengan cat yang baru sesuai dengan selera bundamu. Dan entah kapan itu. Sekarang kamu masih lima tahun anakku.Bisik lirih.
Kalau aku pulang kantor, kamu dengan bangga selalu bilang.
" Bunda, adek sekarang sudah pintar, sambil menunjuk ke arah dinding melihatkan hasil karyanya.Walau cuma gambar jari-jemari yang kadang kala jumlahnyapun kamu buat tiga. Mungkin kamu lupa bahwa jari itu satu tangan ada lima.Ah anakku
"Sayang, ayolah mandi, dan sarapan udah bunda siapkan!"
"Adek nggak mau karena bunda nggak sayang adek lagi!"
"Siapa bilang?"
"Bunda sayang sama adek kok, kemaren minta mainan bunda beliin, minta roti rasa pandan buat sarapan bunda beliin, siapa bilang bunda nggak sayang adek"
"Bunda...sini adek bisikin, sembil membalikan badanya dan mendekatiku,"Bunda adek mau bunda yang mandiin, adek mau dipeluk sama bunda sebelum mandi".
Dalam pelukanku dia juga berbisikan "bunda adek sayang bunda".
"Bunda sekarang suka sakit, pulangnya juga malam. Bunda nggak mandiin adek lagi, nggak memeluk adek lagi sebelum mandi.
"Bun air itu dingin, tapi kalo udah dipeluk sama bunda airnya jadi hangat", Katanya sembil memelukku.
Subhanallah, ya Allah betapa angkuhnya hamba-Mu ini.
Ya Rabb, ampunilah hamba-Mu ini yang lupa pada amanah-Mu.
Tanpa terasa air mata ini terasa hangat mengalir pipi. Tapi kuhapus dengan air yang mengalir dari tubuhmu yang mungil itu.
Terima kasih anakku M. Fayadh yang telah mengingatkan bunda, peluk sayang untukmu. Mulai hari ini bunda tidak akan lupa memelukmu sebelum mandi.
Maaf anakku,
Jika air mata ini tersembunyi..
Tapi dia ada didalam dada bunda.
Andai hati bunda ini salju dia luluh karna permohonan mu.
*By Yuko* Des 9 2011
⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊
Powered by Telkomsel BlackBerry®
"Hari ini kamu nggak mau bangun, mandi dan sekolah. Kamu bilang, "Adek capek, sekolah itu membosankan dan lama.Terus bunda harus bagaimana?
"Iya bunda, adek mau tidur lagi"
"Ayolah nak, bangun"
Kamu asik dengan guling kesayanganmu. Kau peluk dia tapi kenapa dalam hati ini iri pada guling yang sudah lusuh itu.
"Dek, cepat! bunda ada janji sama teman bunda", Dengan nada kesal sambil ku tarik guling dipelukan si bungsuku itu.
"Adek nggak sayang lagi sama bunda!" jawabnya sambil memalingkan mukanya kearah dinding disamping tempat tidur. Dinding yang penuh dengan coretan-coretan hasil karyanya.
Aku sengaja tak menghapus "karyanya" itu
"Bagimu pada saat ini itu hasil karya mu yang terhebat. Suatu saat nanti kamu akan malu dengan karyamu itu. Bahkan kamu berpikir kok jelek seharusnya tidak seperti itu. Mungkin nanti kamu menyuruh supaya diganti dengan cat yang baru sesuai dengan selera bundamu. Dan entah kapan itu. Sekarang kamu masih lima tahun anakku.Bisik lirih.
Kalau aku pulang kantor, kamu dengan bangga selalu bilang.
" Bunda, adek sekarang sudah pintar, sambil menunjuk ke arah dinding melihatkan hasil karyanya.Walau cuma gambar jari-jemari yang kadang kala jumlahnyapun kamu buat tiga. Mungkin kamu lupa bahwa jari itu satu tangan ada lima.Ah anakku
"Sayang, ayolah mandi, dan sarapan udah bunda siapkan!"
"Adek nggak mau karena bunda nggak sayang adek lagi!"
"Siapa bilang?"
"Bunda sayang sama adek kok, kemaren minta mainan bunda beliin, minta roti rasa pandan buat sarapan bunda beliin, siapa bilang bunda nggak sayang adek"
"Bunda...sini adek bisikin, sembil membalikan badanya dan mendekatiku,"Bunda adek mau bunda yang mandiin, adek mau dipeluk sama bunda sebelum mandi".
Dalam pelukanku dia juga berbisikan "bunda adek sayang bunda".
"Bunda sekarang suka sakit, pulangnya juga malam. Bunda nggak mandiin adek lagi, nggak memeluk adek lagi sebelum mandi.
"Bun air itu dingin, tapi kalo udah dipeluk sama bunda airnya jadi hangat", Katanya sembil memelukku.
Subhanallah, ya Allah betapa angkuhnya hamba-Mu ini.
Ya Rabb, ampunilah hamba-Mu ini yang lupa pada amanah-Mu.
Tanpa terasa air mata ini terasa hangat mengalir pipi. Tapi kuhapus dengan air yang mengalir dari tubuhmu yang mungil itu.
Terima kasih anakku M. Fayadh yang telah mengingatkan bunda, peluk sayang untukmu. Mulai hari ini bunda tidak akan lupa memelukmu sebelum mandi.
Maaf anakku,
Jika air mata ini tersembunyi..
Tapi dia ada didalam dada bunda.
Andai hati bunda ini salju dia luluh karna permohonan mu.
*By Yuko* Des 9 2011
⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊
Powered by Telkomsel BlackBerry®






0 komentar:
Posting Komentar